4 Alasan Strategi Pemasaran Word Of Mouth masih efektif

Strategi Pemasaran Word Of Mouth atau lebih dikenal WOM yang biasa disebut dengan promosi dari mulut ke mulut selalu menjadi fenomena marketing yang menarik untuk dibicarakan. Anda pun bisa 'memasarkan' diri Anda dengan strategi ini untuk mendongkrak karier. Siapapun, dimanapun, kapanpun bisa melakukan penyebaran pesan dari mulut ke mulut. Sekilas, bentuk promosi ini seakan-akan mengandalkan kekuatan gosip atau pembentukan persepsi berdasarkan rumor. Padahal, ada rahasia dibalik kekuatan promosi dari mulut ke mulut atau WOM yang membuatnya masih tetap jitu digunakan sampai saat ini.

Konsumen Indonesia terbilang unik, dimana keunikan tersebut memberi pertimbangan yang matang bagi pengusaha dalam membuat strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target yang diinginkan.Salah satu karakter unik ini adalah kebiasaan menjalin hubungan sosial dan berkumpul. Kebiasaan ini menjadi sarana komunikasi yang efektif dan menguntungkan perusahaan. Salah satu strategi promosi yang bisa di pilih adalah strategi WOM yaitu Word Of Mouth (promosi dari mulut ke mulut) dari teman, tokoh, keluarga dan lainnya. WOM bisa dilakukan secara langsung (off line) atau secara on line. Berdasarkan survey konsumen Indonesia yang puas, akan bercerita kepada sekitar 5 hingga 15 orang, tergantung dari jenis produk dan target pasar yang dibidik. Cerita & rekomendasi dari WOM merupakan promosi gratis yang menguntungkan bagi perusahaan.
 
4 Alasan Strategi Pemasaran Word Of Mouth masih efektif

Banyak faktor yang membuat cara ini sangat ampuh, diantaranya :

1. Biayanya murah karena bisa dilakukan sendiri

WOM juga mengurangi biaya operasional untuk produksi iklan, karena marketing bentuk ini memanfaatkan sumberdaya perusahaan (sumberdaya man (manusia)) secara optimal.
Melalui promosi dari mulut ke mulut, dengan menggabungkan berbagai teknik komunikasi, para pemasar dapat menyampaikan berbagai informasi yang dapat mengubah pengetahuan dan preferensi target pasar terhadap produk dan perusahaan.

Promosi dari mulut ke mulut membentuk hubungan timbal balik antara konsumen dan perusahaan sehingga dapat mengembangkan pemasaran yang berbasis pada relationship, dan membangun suasana keakraban dan terjalinnya hubungan yang lebih luas.

Melalui promosi WOM, kita dapat menumbuhkan keingintahuan publik, dan karena sifatnya yang berlandaskan pada empati, kekuatan promosi dari mulut ke mulut mampu menghentikan keluhan konsumen sebelum terjadi, dengan menawarkan berbagai alternatif solusi.
 
2. Sebuah penelitian, yang diungkap dalam buku The Power od Word of Mouth Marketing, menyebutkan:

- 93% konsumen mempercayai referensi dari teman atau orang yang dikenal sebagai sumber informasi yang paling kredibel dan layak dipercaya.

- 67% keputusan pembelian dipengaruhi oleh rekomendasi dari teman atau keluarga.

- 74% konsumen yang mendengar cerita jelek tentang sebuah merek dari temannya memutuskan untuk tidak jadi membeli produk tersebut.

Promosi dari mulut ke mulut adalah strategi pemasaran yang mengarahkan pelanggan untuk membicarakan (do the talking), mempromosikan (do the promotion), dan menjual (do the selling) secara gratis dan power full. Promosi WOM dapat meningkatkan kepercayaan dari masyarakat berkaitan dengan tingkat kepuasan dan keterjaminan mutu yang diberikan atau ditawarkan.
 
3. Saat ini banyak media sosial yang memungkinkan seseorang melakukan pemasaran WOM.

Perkembangan teknologi memungkinkan promosi WOM yang secara tradisional hanya bisa terjadi ketika adanya interaksi tatap muka langsung, merambah pada penggunaan media yang bersifat personal, melalui saluran telepon seluler, bahkan memanfaatkan internet yang membuka saluran komunikasi melalui e-mail atau live-chat.

Jejaring sosial sebagai kekuatan baru dunia marketing mendukung promosi dari mulut ke mulut, khususnya untuk mencapai khalayak yang tersebar luas dan meminimalisir biaya produksi iklan, dimulai dengan milist group, friendster, lalu yang kini sedang jadi trend seperti Facebook, Twitter dan juga Blog. simak juga artikel mengenai Cara Rahasia Membakar Konten Melalui Social Media.
 
4. Sekali dipercaya, maka orang dengan senang hati akan menceritakannya kepada orang-orang di sekitar.

Sangat efektif untuk jama sekarang masih mengandalkan Strategi Pemasaran Word Of Mouth untuk meningkatkan penjualan baik offline maupun online. Pada intinya buatlah pelanggan yang merasakan kepuasan dari produk anda untuk bercerita tentang produk yang ditawarkan kepada orang lain.

demikian pembahasan mengenai 4 Alasan Strategi Pemasaran Word Of Mouth masih efektif hingga saat ini. semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

4 Alasan Strategi Pemasaran Word Of Mouth masih efektif
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email